Senin, 28 Oktober 2013

PARANG TRITIS PANTAI JOGJA NAN MEMPESONA

Apa yang ada dibenak kita saat berbicara pantai Jogja?
Iyaa, tentu saja yang pertama kita bayangkan adalah PARANG TRITIS (atau biasa disebut juga PARIS ).

Parang Tritis. sebuah pantai yang elok yang berada di propinsi DIY tepatnya dikabupaten Bantul ini sangat tersohor, buakan hanya di Indonesia, bahkan sampai ke manca negara.

Parang tritis yang berada diselatan kota Yogyakarta ini, dapat ditempuh dengan kendaran sekitar 30 - 45 menit dari kota Yogya. jaraknya yang dekat, dan memiliki akses yang mudah ini menjadikan Parang tritis sebagai pantai Jogja yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Kita dapat mengaksesnya menggunakan kendaraan roda 2, roda empat ataupun dengan kendaraan umum yaitu bus-bus ukuran tanggung yang melayani trayek Jogja -parang Tritis..


Tempat satu ini menjadi tujuan wajib bagi para wisataman domestik ataupun asing, "belum kejogja namanya , klo belum pernah ke Parang Tritis" . kira-kira seperti itu lah ungkapan yang dilontarkan oleh para wisatawan .

Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.
Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu Parangtritis juga merupakan tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

selain keindahan alamnya. Paras Tritis juga tersohor karna mitos-mitos yang menyelimutinya , tapi terlepas dari semua mitos yang ada, Parang Tritis memang menjadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi .. 






Yogyaku

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2[6].

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenkaltur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Selain itu Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah terparah akibat bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada medio Oktober-November 2010.

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Zelfbestuurlandschappen/Daerah Swapraja, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, sedangkan Kadipaten Pakualaman didirikan oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan dan Pakualaman sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik. Kontrak politik yang terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1941 Nomor 47, sedangkan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. Eksistensi kedua kerajaan tersebut telah mendapat pengakuan dari dunia internasional, baik pada masa penjajahan Belanda, Inggris, maupun Jepang. Ketika Jepang meninggalkan Indonesia, kedua kerajaan tersebut telah siap menjadi sebuah negara sendiri yang merdeka, lengkap dengan sistem pemerintahannya (susunan asli), wilayah dan penduduknya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kepada Presiden RI, bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi wilayah Negara RI, bergabung menjadi satu kesatuan yang dinyatakan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Hal tersebut dinyatakan dalam:

    Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dari Presiden RI.
    Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 5 September 1945 (dibuat secara terpisah).
    Amanat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (dibuat dalam satu naskah).

Dalam perjalanan sejarah selanjutnya kedudukan DIY sebagai Daerah Otonom setingkat Provinsi sesuai dengan maksud pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 (sebelum perubahan) diatur dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Undang-undang Pokok Pemerintahan Daerah. Sebagai tindak lanjutnya kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 sebagaimana telah diubah dan ditambah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1955 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1819) yang sampai saat ini masih berlaku. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan DIY meliputi Daerah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Daerah Kadipaten Pakualaman. Pada setiap undang-undang yang mengatur Pemerintahan Daerah, dinyatakan keistimewaan DIY tetap diakui, sebagaimana dinyatakan terakhir dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004.

Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting. Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949[8] pernah dijadikan sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010. Pada saat ini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kadipaten Pakualaman dipimpin oleh Sri Paku Alam IX, yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta.



DIY terletak di bagian tengah-selatan Pulau Jawa, secara geografis terletak pada 7o3’-8o12’ Lintang Selatan dan 110o00’-110o50’ Bujur Timur. Berdasarkan bentang alam, wilayah DIY dapat dikelompokkan menjadi empat satuan fisiografi, yaitu satuan fisiografi Gunungapi Merapi, satuan fisiografi Pegunungan Selatan atau Pegunungan Seribu, satuan fisiografi Pegunungan Kulon Progo, dan satuan fisiografi Dataran Rendah.

Satuan fisiografi Gunungapi Merapi, yang terbentang mulai dari kerucut gunung api hingga dataran fluvial gunung api termasuk juga bentang lahan vulkanik, meliputi Sleman, Kota Yogyakarta dan sebagian Bantul. Daerah kerucut dan lereng gunung api merupakan daerah hutan lindung sebagai kawasan resapan air daerah bawahan. Satuan bentang alam ini terletak di Sleman bagian utara. Gunung Merapi yang merupakan gunungapi aktif dengan karakteristik khusus, mempunyai daya tarik sebagai objek penelitian, pendidikan, dan pariwisata.

Satuan Pegunungan Selatan atau Pegunungan Seribu, yang terletak di wilayah Gunungkidul, merupakan kawasan perbukitan batu gamping (limestone) dan bentang alam karst yang tandus dan kekurangan air permukaan, dengan bagian tengah merupakan cekungan Wonosari (Wonosari Basin) yang telah mengalami pengangkatan secara tektonik sehingga terbentuk menjadi Plato Wonosari (dataran tinggi Wonosari). Satuan ini merupakan bentang alam hasil proses solusional (pelarutan), dengan bahan induk batu gamping dan mempunyai karakteristik lapisan tanah dangkal dan vegetasi penutup sangat jarang.

Satuan Pegunungan Kulon Progo, yang terletak di Kulon Progo bagian utara, merupakan bentang lahan struktural denudasional dengan topografi berbukit, kemiringan lereng curam dan potensi air tanah kecil.







Satuan Dataran Rendah, merupakan bentang lahan fluvial (hasil proses pengendapan sungai) yang didominasi oleh dataran aluvial, membentang di bagian selatan DIY, mulai dari Kulon Progo sampai Bantul yang berbatasan dengan Pegunungan Seribu. Satuan ini merupakan daerah yang subur. Termasuk dalam satuan ini adalah bentang lahan marin dan eolin yang belum didayagunakan, merupakan wilayah pantai yang terbentang dari Kulon Progo sampai Bantul. Khusus bentang lahan marin dan eolin di Parangtritis Bantul, yang terkenal dengan gumuk pasirnya, merupakan laboratorium alam untuk kajian bentang alam pantai.

Kondisi fisiografi tersebut membawa pengaruh terhadap persebaran penduduk, ketersediaan prasarana dan sarana wilayah, dan kegiatan sosial ekonomi penduduk, serta kemajuan pembangunan antarwilayah yang timpang. Daerah-daerah yang relatif datar, seperti wilayah dataran fluvial yang meliputi Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul (khususnya di wilayah Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta) adalah wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan memiliki kegiatan sosial ekonomi berintensitas tinggi, sehingga merupakan wilayah yang lebih maju dan berkembang.

Dua daerah aliran sungai (DAS) yang cukup besar di DIY adalah DAS Progo di barat dan DAS Opak-Oya di timur. Sungai-sungai yang cukup terkenal di DIY antara lain adalah Sungai Serang, Sungai Progo, Sungai Bedog, Sungai Winongo, Sungai Boyong-Code, Sungai Gajah Wong, Sungai Opak, dan Sungai Oya.

KERATON YOGYAKARTA


Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.





Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan).Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan untuk itulah pada tahun 1995 Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Saat ini keraton Jogja juga dijadikan sebagai salah satu obyek wisata, wisata sejarah, wisata budaya, dan wisata pendidikan. Masyarakat dan wisatawan dapat mengunjungi dan masuk ke keraton pada jam tertentu , yaitu :

Jam Buka: 08.00 - 14.00 WIB
Tiket masuk:
  • Tepas Kaprajuritan: Rp. 3.000
  • Tepas Pariwisata: Rp. 5.000
Ijin kamera/video: Rp. 1.000
Jadwal pertunjukan harian di kraton
  • Senin - Selasa: Musik gamelan (mulai jam 10.00 WIB)
  • Rabu: Wayang golek menak (mulai jam 10.00 WIB)
  • Kamis: Pertunjukan tari (mulai jam 10.00 WIB)
  • Jumat: Macapat (mulai jam 09.00 WIB)
  • Sabtu: Wayang kulit (mulai jam 09.30 WIB)
  • Minggu: Wayang orang & pertunjukan tari (mulai jam 09.30 WIB)







Senin, 14 Oktober 2013

Kuliner Jogja @ Skybar Ibis Styles Hotel

Malem minggu, bingung banget mau kemana... karna melintasi Malioboro yang super duper deh padetnya, so qta langsung belok aja lewat jalan alternatif, dan terdamparlah qta ke suatu hotel yang dulu sih namanya All season, koq sekarang sudah ganti menjadi Ibis Styles Hotel. Lokasinya ada di jalan Dagen, klo dari perempatan  "nol km" kearah  barat menuju jalan ahmad yani, kemudian ada perempatan PKU Muhammadiyah belok kanan,,,ikutin aja jalannya, lokasi Ibis Styles Hotel ada di kanan jalan. Btw qta kesana emang pengen sekedar nongkrong di sky barnya, berhubung sampai sana kemalaman... jadi ga bisa foto-foto deh :(  Padahal viewnya di sore hari cukup keren loh. 

Untuk sky bar di Ibis Styles tempatnya asyik banget, dekat dengan kolam renang dan cocok deh buat ngobrol rame-rame or sekedar kencan sambil menikmati keramaian JOGJA dari lantai paling atas hotel ini :) Untuk tyap malam minggu ada live musicnya juga dan juga DJ... live music start jam 7 malam, nah... ternyata di Sky Bar Ibis ada program menarik nih tyap weekend, namanya "Pasta Weekend" so dengan 50k aja qta bebas menikmati hidangan pasta yang tersedia, beserta snack and saladnya. MantapKan... pilihan pastanya juga ada 3 macam, ada spaghetti, fettucini and penne..saosnya juga macem-macem koq, dan pastanya dimasuk langsung di depan oleh chefnya.
 
salad bar
spaghetti
snack corner
Untuk snacknya ada bruschetta and mini cake dan juga gak ketinggalan vegetable salad. Untuk minumannya aq memesan Milkshake Vanilla (50k),Hot Caffelatte (25k) and AQUA (20k) untuk harga minuman disini cukup mahal, padahal ketika menginap di Nusa Dua Bali aja, harga minumannya gak semahal disini :p Untuk harga belum termasuk tax and service yaaa. 
 
fettucini saos bolognaise
milkshake vanilla
hot caffelatte

Makin malam, pengunjung yang kesini makin ramai saja,,, kebanyakan sih jelas anak muda yaaa, baik yang berduaan maupun rame-rame. Tapi disini emang enak koq tempatnya, kursinya juga banyak so gak usa takut gak kebagian... Gak terasa sudah jam 11 aja, so waktunya pulang deh.. yang jelas makin malam nie tempat malah semakin rame loh, so langsung cuz kesini aja buat rencana week end :)
di malam hari
di sore hari
 

Kuliner Jogja @ Dimsum Edane

Di Jalan Magelang, tepatnya 1km dari TVRI ke arah utara, ada rumah makan yang hanya menyediakan menu dimsum. Lokasinya berada di kiri jalan, sebelum Sky Wizz, papan namanya cukup besar so mudah koq buat nyari lokasinya.Nie rumah makan cukup sederhana and lumayan luas juga,,, dulunya pas lewat cuman menyewa 1 ruangan, sekarang ruangannya uda dua,,, dan selalu ramai dikunjungin,so gak salah dong buat nyoba makan disini. Nie rumah makan namanya Dimsum Edane, entah kenapa dinamakan edane.. mungkin ada artinya yaa klo ditranslate ke bahasa chinese, ga tau juga sih yang jelas moga setelah makan dimsum ga jadi edan. 
 
daftar menu
Untuk harga dimsum edane, dipatok dengan harga yang sama yaitu 9k/dimsum. Pilihan dimsumnya jg bervariasi, aneka pangsit rebus dan goreng, siomay, sushi, aneka bakpao, lumpia, hakau, cakar ayam, tofu udang and masih banyak lainnya. Klo skrg yang sempet aq coba hanya empat variasi aja, antara lain pangsit udang ayam goreng, lumpia, siomay dan bakpao pandan. Karna niatnya emang buat camilan berdua, so pesennya emang gak terlalu banyak.
pangsit udang ayam
siomay
bakpao pandan
Lumpia
Untuk tiap meja juga sudah disediakan mayonaise,kecap dan sauce nya. Untuk menu minumannya cuman ada teh dan jeruk. Cukup lama juga menanti dimsum qta dateng, tapi setelah nyobain nie dimsum,,,rasanya gak mengecewakan. Pertama yang dimakan, bakpao pandan...isinya ada 3/porsinya. Rasanya enak, didalam bakpaonya ada kayak fla pandan gtu.. next lumpia, rasanya juga enak,,, tapi masih enakan pangsit udang ayamnya, rasanya enak,isian udangnya juga berasa banget and cukup banyak... apalagi klo dicocol dengan sauce and mayonaise, tambah enak deh. Terakhir siomaynya, isinya ada 4 tapi ukurannya emang gak besar, tapi rasanya juga enak koq. 
saos,mayonaise,kecap

Overall dimsum yang aq pesen enak semua, kapan-kapan pengen mampir lage buat nyobain menu dimsum yang lain.

Minggu, 13 Oktober 2013

Kuliner Jogja @ Ayam Panggang 3 Berku

Kuliner malam ini aq memilih rumah makan yang sudah cukup lama berdiri, karna lokasinya cukup jauh dari rumah so jarang banget makan disini. Rumah makan ini bernama ayam panggang 3 Berku, lokasinya ada di jalan,,,,, dekat dengan Gembira Luko, klo dari pabrik SGM ke arah timur, sebelum jembatan,,,tepatnya di kiri jalan, lokasi ayam panggang ini berada. Selain ayam panggang, disini juga menjual ayam goreng, bebek, gurami, lele dan soup. Bisa beli utuh komplit,utuh besar,utuh sedang, separo (range harga 50k – 110k) atau satu bagian saja kayak dada, paha atas, dan kepala. Klo cuman pergi berdua, aq memilih yang paket hemat,,,karna menunya sudah termasuk nasi,lalapan dan sambal. 
menu depan
menu belakang
Kale ini aq memilih Nasi Ayam Panggang kampung (25k). Untuk minumannya aq memesan jeruk panas (5k) dan es teh (4k). Di rumah makan ini, menu ayam panggangnya berbeda dengan ayam panggang umumnya, karna untuk bumbu ayamnya memiliki citarasa khas sendiri. Walaupun berbeda, rasa ayam panggang disini cukup enak koq, rasanya cenderung manis dengan bumbu-bumbu yang meresap sampai ke dalam nie ayam panggang. Walaupun paket hemat, ukuran ayam yang disajikan cukup besar dan sambelnya pun juga mempunyai ciri khas sendiri, ada 2 macam sambal yang disajikan, ada sambal matang yg dicampur teri dan sambal yang dicampur dengan usus ayam. Aslinya pesan nasi sambal aja uda cukup, lha didalem sambalnya uda dicampur teri ataupun usus,hahaha... 
 
paket hemat ayam panggang kampoeng
jeruk panas and es lemon tea
Saat makan disini, sekitar pukul 8 malam,,,dan suasana di rumah makan sudah cukup sepi, mungkin klo hari libur nie rumah makan lebih ramai. Kebanyakan sih pembelinya tidak makan ditempat, banyak yang memilih untuk di bawa pulang. Buat yang penasaran dengan ayam panggang ini, langsung aja meluncur ke ayam panggang 3 berku, jam bukanya dari pagi sampai jam 10 malam.

Kuliner Jogja @ Kobayashi Cafe dan Bakery

September ini terlalu sibuk dengan kerjaan, sampai belum sempet posting sama sekali di bulan ini dan uda memasuki bulan Oktober, jadi gak ada postingan kuliner di bulan September.. T_T Rabu, minggu lalu...setelah nonton film di XXI bareng temen-temen, qta langsung menuju cafe yang emang uda direncanain buat tempat nongkrong abis nntn film . Nama nie cafe Kobayashi cafe and bakery, lokasinya cukup dekat dari XXI.. kira2 cuman 500 meter, di kanan jalan or lokasi tepatnya di Jalan Solo nomor (). Memasuki nie tempat, suasananya comfy banget, apalagi mata langsung dimanjakan dengan beberapa cake yang dipajang tak jauh dengan pintu masuk.
beberapa menunya
beberapa menunya
 Sebelum memilih duduk di lantai atas or bawah, qta sempet memilih menu cake yang akan dipesan. Karna datengnya rame-rame so cake yang dipesan cukup bervariasi, biar bisa icip-icip.. :p Setelah memilih cake untuk desert, qta langsung menuju lantai dua, kayaknya tempatnya asyik di lantai dua, and ternyata emang bener,,,, interiornya lucu, dominan dengan warna putih and merah, kebetulan pas masih sepi,,,so disempetin foto-foto deh,hehehe. Menu yang ada dicafe ini ga cuman cake tapi banyak juga menu western, asian, pasta, sandwich, burger, salad, and aneka snack. Untuk minumannya sih ga terlalu banyak, cuman ada coffee, coklat, mojito, tea and beberapa minuman umum yang sering dijumpai di cafe. 

cheese cake
choco pistacio
green card
milk crepes cake
fruite with mango
raspberry cheese cake
royal chocolate
Sambil menunggu, qta sempetin buat foto-foto dulu... tapi gak berselang lama...minuman and cake yang dipilih tadi uda ada di meja qta. Kale ini yang di review dulu cakenya, aq ga terlalu ingat namanya sih,,  Pertama, cake aq dulu nih,,,blueberrycheese cake (14k) penampakannya terdiri dari 2 lapisan pada cakenya, yang paling atas bewarna pink muda,,rasanya sedikit asem, sedangkan yg terbawah manis cheesy gtu..so paling enak makannya bebarengan :p untuk rasanya enak, cakenya lembut, suka bgt deh. Next Passion fruite with manggo mousse rasanya juga ga kalah enak, and jarang banget lyat cake sejenis ini di toko bakery. Selain itu ada royal coklat, milk crepes cake, italian tiramisu and green card yang overall enak semua, kecuali green cardnya...kurang suka aja :p  Untuk cake dikobayashi ini harganya cukup murah, mulai dari 13k sampai 17k.

caesar salad
calamary
spring roll
classic burger
grilled chicken
Menuju ke main course, yang dipesan ada Classic Burger (28k) penyajiannya dengan frenchfries dan isian burgernya ada beef,cheese, egg, onion and vegetables untuk rasanya juga enak, porsinya juga ngenyangin banget klo buat cewek. Next calamary (15k) sejenis cumi yg digoreng dngn tepung roti, disajikan bersama salad and tartare sauce... untuk rasanya, mantap..cuminya besar bgt potongannya, cocok banget dicocol sama tartare sauce yang hampir mirip mayonaise. Another snack, ada spring roll (15k) disajikan dengan salad juga and sambal, rasanya enak..krispy banget kulit lumpianya, Next Caesar Salad (22k) isiannya ada lettuce, onion,garlic bread, egg and caesar dressing... cocok buat menu pembuka nih, coz porsinya juga gak terlalu banyak.  Terakhir Grilled Chicken (30k) disajikan dengan mix vegetables, mashed potato and caesar sauce..rasanya, mantap deh,,,harganya gak mahal juga,rasanya enak, dan porsinya pas banget.  
 
icep cappucino
mojito lychee
 Terakhir, untuk minumannya aq memesan Mojito Lychee... sejenis minuman bersoda dengan sirup lychee dan potongan daun mint, rasanya sih seger. Untuk coffeenya yang cafelatte ples hazelnut syrup, rasanya kurang mantap...hazelnutnya juga kurang terasa. Untuk iced cappucinonya malah lebih enak aripada cafelattenya...